Tampilkan postingan dengan label Stamford Bridge. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Stamford Bridge. Tampilkan semua postingan

Jumat, 20 April 2012

Cech Bangga Kalahkan Barcelona




LONDON, KOMPAS.com - Penjaga gawang Chelsea, Peter Cech, mengaku bangga karena timnya mampu mengalahkan tim terbaik dunia, Barcelona, pada leg pertama babak semifinal Liga Champions di Stamford Bridge, Rabu atau Kamis (19/4/2012) dini hari WIB, dengan skor 1-0. Bahkan Cech menilai, rekan-rekannya memiliki kualitas yang luar biasa dalam pertandingan semalam.

"Kami bisa bangga dengan apa yang telah kami lakukan hari ini. Ada kualitas luar biasa dalam tim ini. Setiap pemain memberi seluruh kemampuannya. Kami tidak terbiasa bermain 90 menit tanpa bola. Tentunya, secara mental sangat sulit untuk menjaga fokus kami," ungkap Cech

Lebih lanjut, kiper berusia 29 tahun ini menegaskan, penampilan Frank Lampard dan kawan-kawan sangat brilian. Mereka mampu membela dan menutupi semua pergerakan pemain lawan. Meski, hanya memiliki sedikit peluang. Namun, mereka telah mengeluarkan segala kemampuan yang dimilikinya dan memenangkan pertandingan.

Tim berjuluk "The Blues" ini pernah bertemu dengan Barca di fase yang sama pada Liga Champions 2009 silam. Kala itu, Chelsea mampu menahan Barca tanpa gol di Camp Nou. Pada leg kedua yang dilangsungkan di markas Chelsea, Stamford Bridge, keduanya bermain imbang. Namun dengan skor 1-1, Chelsea harus angkat koper dari perebutan gelar karena Barca unggul gol tandang.

"Mari kita lihat (apa yang akan terjadi). Terakhir kali kami mendapat clean sheet di Camp Nou (0-0). Namun, kami bermain imbang 1-1 dan harus gugur. Kali ini, mereka tidak mendapatkan gol tandang. Tidak pernah mudah untuk mengatakan 1-0 merupakan keuntungan melawan Barcelona. Mereka adalah tim yang luar biasa. Mereka akan selalu menciptakan sesuatu," tuturnya.

Chelsea FC 1 - 0 Barcelona

LONDON - Keberuntungan berpihak kepada Chelsea pada first leg semifinal Liga Champions melawan Barcelona di Stamford Bridge, kemarin dini hari. Hanya punya empat tembakan sepanjang laga, mereka unggul 1-0 (1-0) atas Barcelona.
   
Terlepas dari prosesnya, kemenangan itu membuat peluang Chelsea melaju ke final Liga Champions lebih terbuka. Setidaknya mereka hanya butuh hasil imbang ketika bertandang ke Nou Camp, markas Barca, pada second leg semifinal (24/4).
   
Striker asal Pantai Gading Didier Drogba menjadi penentu kemenangan dengan golnya pada menit ke-45. "Inilah sepak bola dan saya pikir kami memang sedikit beruntung. Anda bekerja untuk keberuntungan dan dia datang, maka terjadilah," kata Drogba, seperti dikutip Telegraph.
   
Bagaimana tidak beruntung, Barca menguasai permainan dengan penguasaan bola 79 persen. Peluang tim tamu juga sangat banyak. Mereka mencatat 24 tembakan dan enam di antaranya tepat mengarah ke gawang Chelsea yang dikawal Petr Cech.
   
Bagi Drogba, gol tersebut menunjukkan bahwa dirinya belum habis. Itu pembuktian atas keragu-raguan Chelsea memperpanjang kontraknya yang habis di pengujung musim ini. "Buat mereka yang mengatakan saya terlalu tua, mereka bisa melihat saya bisa berlari paling tidak satu, dua, atau tiga tahun lagi di lapangan," jelas Drogba.
   
Liga Champions musim ini menjadi momen emas bagi para veteran Chelsea seperti Drogba, Frank Lampard, Paulo Ferreira, John Terry, dan Florent Malouda. "Saya ingin mempersembahkan gelar buat para pemain senior," kata Juan Mata, winger Chelsea, seperti dikutip Goal.
   
Hanya, Chelsea belum aman. Kemenangan 1-0 belum cukup buat mereka. "Ini hasil hebat buat kami. Anda harus bertahan melawan mereka. Itulah yang dilakukan AC Milan dan Real Madrid. Kami harus mampu menyelesaikan setiap peluang. Saat ini, kans lolos kami adalah 50-50," jelas Roberto Di Matteo, manajer interim Chelsea.
   
"Masih ada second leg yang akan dimainkan di kandang lawan dan kami semua tahu itu akan sangat sulit," lanjut Di Matteo.
   
Bila Chelsea puas dengan hasil itu, Barca tentu kecewa berat. "Hasil itu memang tidak adil, tetapi Chelsea adalah tim yang mampu mengambil keuntungan atas kesempatan yang mereka miliki," terang Andres Iniesta, gelandang Barcelona, seperti dikutip Goal.
   
"Kami memang banyak membuang peluang di depan gawang lawan. Tetapi, masih ada kesempatan di laga kandang. Kami harus lebih efektif dalam menyelesaikan peluang pada laga kedua nanti. Saya yakin, kami lolos," kata Iniesta.
   
Hanya, konsentrasi Barca akan terbagi sebelum second leg. Mereka harus bertarung di el clasico melawan Real Madrid (21/4) dan itu adalah pertandingan yang bisa menentukan hasil akhir kompetisi musim ini di Liga Primera.
   
"Memang agak aneh (karena kalah). Ini bukan hasil yang kami cari, tetapi mending kami bersiap untuk second leg. Saya tidak berpikir kami belajar banyak dari Chelsea, karena mereka hanya bertahan dan melakukan serangan balik, bukan hal baru," kata Thiago Alcantara, gelandang muda Barca kepada UEFA.com.
   
Bila Barca disibukkan dengan persiapan el clasico, Chelsea juga tidak kalah sibuk. Mereka harus bertarung dengan Arsenal di Emirates Stadium pada pekan ke-35 Premier League. Mereka butuh kemenangan untuk mengejar ketertinggalan menuju empat besar.